Kembalinya Rossi (The Doctor is Back and Join the Party)
Perhelatan MOTOGP 2013 baru saja dimulai
dinihari tadi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perhelatan pertama
dilaksanakan di sirkuit Losail Qatar. Sebagai salah seorang penggemar
MOTOGP dan juga penggemar ‘The Doctor’, rasanya tidak menyesal saya
belain bangun jam 2 pagi untuk menyaksikan seri pertama ini.

Alasannya tidak lain lain karena faktor entertaint
dari seorang Valentino Rossi. Setelah dua musim yang buruk bersama
Ducati, tahun ini Rossi akhirnya memutuskan kembali ke Yamaha. Meski
banyak yang meragukan bahwa Rossi sudah ‘habis’ saya sendiri tidak
percaya hal itu. Dan setidaknya itu dibuktikannya malam ini.
Memulai balapan dari grid ke 3 tepatnya
dari posisi ke 7 Rossi tampil start cukup bagus dengan menyodok ke
posisi 4. Namun itu tidak berlangsung lama. The Doctor melakukan sedikit
kesalahan dan harus kembali tercecer di posisi 6 di belakang Stefan
Bradl.
Namun ini yang justru membuat tontonan semakin
menarik. Rossi kembali dengan gaya klasiknya. Dia menunjukkan kualitas
dan pengalamannya sebagai juara dunia 9 kali. Meski tertahan cukup lama
di belakang Stefan Bradl akhirnya dia bisa mengasapi Bradl dan berada di
posisi 5. Di baris depan Lorenzo sudah memimpin cukup jauh. Sementara
di baris kedua ada Pedrosa, Marquez, dan Crutchlow di posisi dua sampai
empat. Jarak Rossi dengan Crutchlow saat itu sekitar 3,9 detik.
Dan pertunjukan ala ‘The Doctor’ pun dimulai.
Sedikit demi sedikit Rossi mulai memangkas gapnya
dengan Carl Crutchlow. Hingga akhirnya 7 lap menjelang finish Rossi
sudah berada tepat di belakang pembalap Yamaha Teh 3 itu. Tak perlu
waktu lami bagi Rossi untuk ‘menaklukkan’ Carl. Carl Crutchlow pembalap
berbakat yang masih cukup muda itu menjadi korban pertama Rossi. Sial
buat Carl, setelah dilewati oleh Rossi dia tidak mampu memberikan
perlawanan, tapi malah melebar ke luar lintasan.

Setelah Carl, kali ini Pedrosa yang harus
‘mengalah’ pada Rossi. Dia harus merelakan posisi ke 3 diambil The
Doctor.Sebelumnya Pedrosa sempat berada di posisi runner up, namun
juniornya di Repsol Honda, si Marc Marquez yang disebut-sebut sebagai
the next Valentino Rossi itu malah menyalipnya. Dan Pedrosa tidak bisa
berbuat banyak. Hmmm, sungguh bukan malam yang indah untuk Pedrosa.

3 Lap menjelang finish (lap 19), terjadi perebutan posisi runner
up yang seru antara Rossi dengan salah satu penggemarnya, Marc Marquez.
Marquez yang berstatus Rookie ini tampak tidak canggung untuk bertarung
dengan idolanya itu. Di lap ke 20 Rossi berhasil mengambil alih posisi
2. Namun Marquez belum menyerah, dia masih ingin fight. Dan dia
menunjukkan kualitasnya, di tikungan selepas trek lurus yang cukup
panjang Marc berhasil kembali mengambil alih posisi 2. Dia mengambil
sisi dalam racing line Rossi. Sayangnya itu tak berlangsung
lama, kali ini pengalaman dan kematangan seorang Rossi yang berbicara.
Di tikungan berikutnya Rossi kembali menyusul Marc untuk mengamankan
posisi runner up.

Hingga bendera finish dikibarkan posisi
tersebut tidak berubah. Lorenzo sudah tak terkejar lagi dan keluar
sebagai juara, diikuti Rossi, Marquez, Pedrosa dan Crutchlow.

Dan akhirnya detak jantung saya kembali normal.
:) Momen yang sudah lama tidak saya rasakan karena dua tahun belakangan
MOTOGP bisa dibilang cukup ‘mambosankan’. Pertarungan hanya berkutat
pada Lorenzo dan Perdrosa ditambah Stoner. Dan itupun tidak seseru kalau
Rossi yang jadi aktornya. He.he…
Selamat untuk Lorenzo, tapi lain kali The Doctor tidak akan membiarkanmu.. :)
Tapi menurut saya ini malamnya Rossi dan Marquez.
Dengan status mereka sekarang, mereka bisa menunjukkan pertunjukan yang
sangat menghibur malam ini. Sebagai penonton saya sendiri sih tambah
senang kalau MOTOGP semakin kompetitif. Dan saya yakin tahun ini MOTOGP
akan lebih seru dibandingkan 2 tahun belakangan .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar